Bisakah Pelayanan Publik Terhadap Masyarakat Akan Berubah???
Buat temen-temen semua pasti sudah pernah membuat KTP, atau ada yg sudah pernah membuat kartu keluarga (KK), atau apalah yg ada hubungannya dengan kependudukan. Di dalam tulisan ini saya akan membagi pengalaman pribadi saya dalam membuat KTP.
Sebenernya saya sudah pernah membuat KTP, akan tetapi ada yg salah dengan KTP saya, yaitu nama dalam KTP saya tidak sesuai denga akte kelahiran saya, akan tetapi saya tidak menghiraukan hal itu, dalam pikiran saya waktu itu "ah, belum terlalu berguna, besok-besok aja gantinya". Saya malas mau menggantinya, karena nanti berhubungan dengan birokrasi yang berbelit-belit (walaupun, dengan memberi uang, langkah berbelit-belit itu bisa menjadi langkah instant dan cepat,hehe), dan petugasnya juga tidak menunjukkan muka yg bersahabat.
Setelah setahun membuat KTP, akhirnya saya merasa membutuhkan KTP itu. Saya waktu itu langsung ke kantor kelurahan, di situ saya berbicara dengan para petugas kelurahan, yg anehnya banyak diantara petugas kelurahan itu banyak yang tidak melakukan pekerjaan apapun, bahkan mereka malah ngerumpi dan ngobrol asyik. Setelah saya tanya masalah kesalahan pada KTP saya, ternyata saya disuruh ngisi blangko permohonan KTP baru, dan katanya tidak usah membawa fotocopy KK juga tidak apa-apa. Kemudian saya langsung menuju kantor kecamatan, setelah bertemu dengan petugas, eh ternyata saya ditanyaain "mana fotocopy KK nya??", seketika itu saya bingung, kata petugas kelurahan tadi, "tidak usah membawa fotokopi KK tidak apa-apa, kan cuma merubah nama..". Kemudian saya disuruh pulang untuk mengambil fotocopy KK dulu, padahal saya sudah jauh-jauh ke kantor kecamatan. Dalam hati saya bertanya-tanya, "ini yang salah saya atau petugas kelurahan atau petugas kecamatan??"(:hammer:). pemandangan di kantor kecamatan itupun tidaklah jauh berbeda dengan di kantor kelurahan, pegawai yang seharusnya melayani masyarakat dengan baik, malah melayani dengan wajah jutek dan seperti acuh tak acuh, dan juga banyak pegawai yang menganggur dan asyik dengan kegiatan masing-masing, padahal sepertinya masih banyak tugas yang belum diselesaikan. Setelah saya kembali ke kelurahan dan bertanya dengan petugas kelurahan, eh saya ditawari sama pegawai kelurahan agar dia yang ngurusin aja, nanti saya tinggal terima jadinya, tapi dengan membayar uang sebesar Rp 20.000,-, yang alasannya untuk diberikan kepada pegawai kecamatan, agar cepat jadinya. Waktu itu, saya sudah gak mood lagi buat ngurus sendiri karena petugasnya seperti itu, dan juga saya ada urusan yang lain, maka saya terima tawaran pegawai kelurahan itu, padahal saya tahu kalau dalam membuat KTP itu tidak dipungut biaya apapun.. Dan ternyata keesokan harinya, sekitar jam 11 an, saya di sms pegawai kelurahan itu, ternyata KTP saya sudah jadi. Saya kaget, ternyata gak nyampe sehari KTP saya sudah jadi, padahal jika sesuai dengan langkah standar umum membuat KTP bisa sampai beberapa hari baru jadi.
Nah, dari pengalaman itulah dapat disimpulkan bahwa, pegawai-pegawai pelayanan publik (khususnya bidang kependudukan) belum melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik. Mereka seharunya memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat. Mereka digaji dari uang rakyat, jadi mereka harus melayani rakyat dengan baik, bukan memanfaatkan rakyat kecil. Dengan sedikit senyuman dari pegawai terhadap masyarakat dalam memberikan pelayanan, sudah memberikan rasa respect kepada masyarakat, dan masyarakat juga merasa dihargai. Mereka (para petugas kecamatan/kelurahan) masih minta untuk dihormati lebih, padahal seharusnya merekalah lah yang harus menghormati dan melayani masyarakat. Walaupun sudah diberitahukan bahwa dalam membuat KTP tidak dipungut biaya apapun, akan tetapi masih banyak terdapat pungutan liar yang dilakukan oleh pegawai pelayanan publik.
Kita sebagai generasi penerus bangsa, dan mungkin nanti kiat juga akan menjadi pelayan masyarakat (PNS) dan abdi negara, kita harus memiliki sikap dan kemauan untuk merubah hal-hal itu demi kemajuan negara kita. Akan tetapi akankah hal itu bisa berubah?? YA...!! pasti semua itu bisa berubah, jika kita sebagai masyarakat mau merubah sikap kita agar tidak tergoyah dengan bujuk rayu petugas dan menaati stnadar yang telah ada. Dan juga untuk pegawai dan juga calon pelayan masyarakat, kita harus ingat bahwa kita digaji dengan uang rakyat, seharusnya kita melayani mayarakat yg notabene adalah "majikan" kita dengan pelayanan terbaik. bukanya kita yg malah minta dilakukan seperti majikan. Saya yakin, semua itu bisa berubah, dan satu hal yang terpenting adalah kita harus tetap "BERIMAN", karena dengan IMAN kita yang kuat, semua hal-hal buruk itu akan terkalahkan. Dan semoga Indonesia menjadi Negara yang lebih baik lagi. AMIN ^_^




0 komentar:
Posting Komentar